Pasar Berkembang Jadi Alternatif Investasi 2026

Pasar Berkembang Diproyeksikan Jadi Alternatif Investasi Menarik di 2026

Pasar berkembang (emerging markets) semakin menarik perhatian investor global setelah mencatat kinerja kuat sepanjang 2025, bahkan melampaui sejumlah pusat keuangan utama dunia. Sejumlah analis kini optimistis bahwa 2026 bisa menjadi tahun kebangkitan besar investasi pasar berkembang.

Di tengah dominasi modal di pasar keuangan besar seperti Amerika Serikat dan Eropa, pasar berkembang justru menunjukkan ketahanan dan performa solid, menjadikannya alternatif menarik bagi investor yang mencari diversifikasi.


📊 Kinerja Pasar Berkembang Mengungguli Pasar Maju

Menurut data JPMorgan, obligasi mata uang lokal di pasar berkembang mencatat kenaikan 18,1% sepanjang 2025, sementara indeks sahamnya melonjak lebih dari 26%. Angka ini bahkan melampaui kinerja indeks besar AS seperti S&P 500 (SPX).

Kinerja tersebut membuat sentimen investor terhadap pasar berkembang semakin positif. David Hauner, Kepala Strategi Obligasi Pasar Berkembang Global di BofA Global Research, menyebut bahwa hampir tidak ada klien yang memiliki pandangan negatif terhadap alokasi modal ke pasar berkembang.

“Tidak ada satu pun klien yang menyampaikan sentimen negatif terhadap pasar berkembang,” ungkap Hauner.


🏦 Kebijakan Moneter Jadi Kunci Stabilitas

Analis menilai keberhasilan ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari bertahun-tahun kebijakan moneter disiplin dan keputusan ekonomi sulit yang telah memperkuat fondasi pasar berkembang.

Charles de Quinsonas, Kepala Investasi Obligasi Pasar Berkembang di M&G, menjelaskan bahwa kredibilitas kebijakan moneter di negara-negara berkembang berada di titik tertinggi sepanjang sejarah.

“Kredibilitas kebijakan moneter mungkin berada pada level tertinggi yang pernah ada di pasar berkembang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa bank sentral di negara berkembang bahkan memangkas suku bunga lebih cepat dari The Fed, namun tetap menjaga keseimbangan agar mata uang tetap stabil.


🌍 Risiko Global Masih Ada, Tapi Dampaknya Lebih Terbatas

Meski demikian, risiko tetap ada. Resesi di Amerika Serikat masih menjadi ancaman terbesar bagi pasar berkembang karena potensi efek rambatan global.

Namun, para analis sepakat bahwa dampaknya kini jauh lebih kecil dibanding masa lalu, berkat reformasi struktural dan ketahanan ekonomi yang telah dibangun.

“Secara fundamental, pasar berkembang kini jauh lebih tidak sensitif terhadap ekonomi AS dibanding sebelumnya,” kata de Quinsonas kepada Reuters.


📈 Outlook 2026: Tahun Emas Pasar Berkembang?

Dengan kombinasi imbal hasil tinggi, stabilitas kebijakan, dan diversifikasi risiko, pasar berkembang dipandang sebagai alternatif investasi strategis pada 2026.

Bagi investor global yang ingin mengurangi ketergantungan pada pasar maju dan menghadapi ketidakpastian geopolitik serta ekonomi, pasar berkembang bisa menjadi opsi yang semakin relevan dan kompetitif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *